JAKARTA - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan kembali menunjukkan kedekatan yang hangat melalui sebuah momen simbolis di akhir kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia.
Dalam suasana penuh keakraban, Presiden memberikan cenderamata yang sarat makna budaya kepada pemimpin negara sahabat tersebut.
Hadiah yang diberikan bukan sekadar benda kenang-kenangan, tetapi juga menyimpan filosofi tentang perdamaian, kehormatan, serta nilai tradisi yang telah lama menjadi bagian dari warisan budaya Nusantara.
Momen ini berlangsung di lingkungan istana kepresidenan Korea Selatan dan menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan yang dilakukan Presiden.
Suasana santai namun penuh penghormatan terlihat ketika kedua pemimpin berbincang sambil memperlihatkan hadiah yang diberikan. Interaksi hangat tersebut sekaligus mencerminkan hubungan baik yang terus berkembang antara kedua negara.
Kisah pemberian hadiah tersebut kemudian dibagikan kepada publik melalui media sosial, sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung kedekatan antara kedua kepala negara.
Tidak hanya memperlihatkan simbol persahabatan, pertemuan itu juga menjadi penanda penting dari upaya memperkuat kerja sama strategis di berbagai bidang antara Indonesia dan Korea Selatan.
Momen Hangat Pemberian Cenderamata di Istana Kepresidenan
Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah cenderamata kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di kompleks Cheong Wa Dae yang juga dikenal sebagai Blue House. Momen tersebut terjadi di akhir kunjungan resmi Presiden Prabowo pada Rabu, 1 April 2026.
Momen hangat ini diunggah melalui akun Instagram Instagram @catatanseskab. Dalam video yang dibagikan, Presiden Prabowo terlihat menunjukkan sebuah kotak cokelat berisi kris berwarna emas.
Presiden Lee kemudian mengangkat kris tersebut, sementara Presiden Prabowo menariknya dari sarung berwarna emas dan menjelaskan filosofi penggunaannya.
“Jika kamu datang dengan damai, kris diletakkan di belakang badan. Jika kamu siap bertarung, kris diletakkan di depan,” ujar Presiden Prabowo, dikutip Kamis, 2 April 2026.
Penjelasan tersebut menjadi bagian menarik dari pertemuan kedua pemimpin negara. Selain memperlihatkan simbol budaya Indonesia, filosofi kris juga menggambarkan nilai tentang kehormatan dan sikap dalam menghadapi situasi, baik dalam konteks perdamaian maupun pertahanan diri.
Hadiah Spesial Untuk Hewan Peliharaan Presiden Korea Selatan
Selain kris berwarna emas, Presiden Prabowo juga memberikan hadiah lain yang tidak kalah menarik. Cenderamata tersebut ditujukan untuk hewan peliharaan Presiden Lee yang bernama Bobby.
Hadiah tersebut berupa kalung berwarna cokelat dan biru, serta syal bercorak merah. Pemberian ini menjadi sentuhan personal yang menambah suasana akrab dalam pertemuan kedua pemimpin negara.
Presiden Lee tampak tersenyum menerima hadiah tersebut. Ia kemudian menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih banyak,” ucap Presiden Lee, yang kemudian diikuti dengan pelukan hangat antara kedua pemimpin.
Gestur sederhana tersebut menjadi simbol kedekatan hubungan pribadi antara kedua kepala negara. Dalam diplomasi internasional, interaksi seperti ini sering kali memperlihatkan bahwa hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui perjanjian formal, tetapi juga melalui kedekatan personal para pemimpinnya.
Rangkaian Agenda Kenegaraan di Blue House
Sebelum momen pemberian cenderamata tersebut, Presiden Prabowo terlebih dahulu menjalani serangkaian agenda resmi di Blue House. Kedatangannya disambut dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara yang melakukan kunjungan kenegaraan.
Setelah prosesi penyambutan, kedua pemimpin negara menggelar pertemuan empat mata. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Presiden Lee membahas berbagai isu penting yang berkaitan dengan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan.
Pertemuan empat mata menjadi kesempatan bagi kedua pemimpin untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai peluang kerja sama strategis. Dialog ini juga menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan diplomatik yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif, mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan kemitraan di berbagai sektor yang saling menguntungkan.
Kerja Sama Strategis dan Jamuan Kenegaraan
Selain pertemuan bilateral, kedua kepala negara juga menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau MoU. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang kerja sama yang diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi dan teknologi antara kedua negara.
Kerja sama yang dibahas meliputi berbagai sektor strategis, termasuk pengembangan ekonomi dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dan Korea Selatan dalam memperluas kolaborasi di era transformasi digital.
Rangkaian agenda kenegaraan tersebut kemudian ditutup dengan jamuan makan siang resmi yang diselenggarakan oleh Presiden Lee. Dalam suasana santai namun tetap penuh kehormatan, kedua pemimpin negara melanjutkan percakapan mengenai berbagai peluang kerja sama di masa depan.
Jamuan kenegaraan ini menjadi bagian penting dari tradisi diplomatik antarnegara. Selain mempererat hubungan antar pemimpin, kegiatan tersebut juga mencerminkan penghormatan dan persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Korea Selatan pun menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara. Melalui pertemuan formal maupun momen simbolis seperti pemberian cenderamata, hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan diharapkan semakin erat serta membawa manfaat bagi kedua bangsa di masa mendatang.