JAKARTA - Maskapai Susi Air secara tegas meminta jaminan keamanan lebih kuat kepada pemerintah guna melindungi keselamatan awak pesawat dan kelangsungan layanan transportasi udara di pedalaman Papua.
Permintaan ini mencuat setelah serangkaian insiden gangguan keamanan yang kerap dialami oleh armada penerbangan perintis saat menjalankan misi distribusi logistik maupun mobilisasi warga di daerah terpencil.
Keberlanjutan layanan penerbangan di wilayah pegunungan sangat bergantung pada stabilitas situasi di lapangan agar para pilot dapat menjalankan tugas mereka tanpa rasa takut akan ancaman fisik.
Urgensi Perlindungan Bagi Kru Penerbangan Perintis
Manajemen maskapai menekankan bahwa risiko yang dihadapi oleh para pilot di medan sulit Papua kini semakin bertambah akibat kondisi keamanan yang tidak menentu pada beberapa titik pendaratan.
Pada Minggu 22 Februari 2026 pihak maskapai menyatakan bahwa perlindungan terhadap aset negara dan nyawa manusia harus menjadi prioritas utama bagi otoritas keamanan nasional di seluruh wilayah timur.
Tanpa adanya jaminan keselamatan yang nyata, dikhawatirkan frekuensi penerbangan menuju distrik-distrik terisolasi akan berkurang secara signifikan sehingga berdampak pada terhambatnya pasokan bahan pokok dan obat-obatan bagi warga.
Pemerintah diminta untuk menempatkan personel keamanan di bandara-bandara kecil yang selama ini dinilai rawan guna memberikan rasa aman bagi setiap pesawat yang mendarat maupun akan lepas landas tersebut.
Dampak Gangguan Keamanan Terhadap Logistik Daerah
Ketergantungan masyarakat Papua terhadap transportasi udara perintis sangatlah tinggi mengingat jalur darat yang masih terbatas dan sulit ditembus di wilayah pegunungan yang sangat terjal serta berhutan lebat.
Gangguan keamanan yang terus berulang tidak hanya mengancam nyawa awak pesawat namun juga dapat memutus rantai ekonomi masyarakat lokal yang sangat mengandalkan kiriman barang dari pusat kota besar.
Pihak maskapai berharap adanya koordinasi yang lebih erat antara penyedia jasa transportasi udara dengan aparat TNI dan Polri dalam memetakan zona merah yang memerlukan pengawasan ekstra setiap harinya.
Susi Air berkomitmen untuk tetap melayani kebutuhan warga Papua namun keselamatan kru tetap menjadi batas toleransi yang tidak dapat dikompromikan oleh perusahaan dalam kondisi darurat keamanan yang sedang terjadi.
Evaluasi Standar Operasional di Wilayah Rawan
Kementerian Perhubungan bersama otoritas bandara terkait didorong untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur standar operasional penerbangan di wilayah-wilayah yang dikategorikan memiliki tingkat kerawanan tinggi saat ini.
Langkah mitigasi risiko seperti sistem komunikasi darurat yang lebih canggih dan protokol evakuasi cepat bagi kru pesawat perlu ditingkatkan guna meminimalisir dampak jika terjadi situasi yang tidak diinginkan di lapangan.
Pihak maskapai juga menyarankan agar ada audit berkala terhadap fasilitas keamanan di lapangan terbang perintis untuk memastikan pagar pembatas dan sistem pengawasan area parkir pesawat berfungsi dengan sangat baik.
Kerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat juga sangat krusial guna membangun pemahaman bersama akan pentingnya menjaga fasilitas publik dan aset penerbangan demi kepentingan seluruh rakyat Papua sendiri.
Harapan Solusi Permanen Bagi Transportasi Udara
Seluruh pemangku kepentingan berharap agar konflik yang mengganggu aktivitas penerbangan sipil dapat segera mereda sehingga pembangunan di wilayah pedalaman Papua tidak lagi terhambat oleh masalah-masalah keamanan yang terus berulang.
Transformasi Papua menuju wilayah yang maju dan mandiri sangat ditentukan oleh kelancaran konektivitas udara yang merupakan urat nadi kehidupan bagi ribuan warga yang tinggal di desa-desa terpencil di atas awan.
Maskapai Susi Air menyatakan siap untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam membuka isolasi daerah selama dukungan keamanan diberikan secara penuh dan konsisten oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas terkait keamanan nasional.
Diharapkan dengan adanya perhatian serius dari pemerintah pusat, para pilot perintis dapat kembali terbang dengan tenang dan fokus dalam memberikan pelayanan kemanusiaan serta pembangunan bagi seluruh rakyat di bumi cenderawasih.