GoTo

Ekspansi Fintech GOTO Diperkirakan Tumbuh Signifikan Selama Tahun 2026

Ekspansi Fintech GOTO Diperkirakan Tumbuh Signifikan Selama Tahun 2026
Ekspansi Fintech GOTO Diperkirakan Tumbuh Signifikan Selama Tahun 2026

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diproyeksikan terus memperluas kinerja pada 2026, terutama melalui pengembangan segmen financial technology.

Perusahaan menilai fintech menjadi motor utama pertumbuhan di tengah semakin agresifnya strategi digital. Segmen ini memungkinkan GOTO menjangkau basis konsumen yang luas dengan efisiensi biaya.

Nilai buku pinjaman konsumen hingga akhir 2025 mencapai Rp 8,8 triliun. Pertumbuhan ini meningkat 68% secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan dari bisnis lending pun melonjak 95% menjadi Rp 3,8 triliun.

Manajemen menegaskan bahwa fintech akan tetap menjadi fokus utama. Produk seperti GoPay Tabungan dan GoPay Later menjadi pendorong utama. Ekosistem digital yang terintegrasi juga memperkuat penetrasi pasar secara signifikan.

Integrasi Layanan dan Ekosistem Digital

Integrasi layanan GOTO dengan platform Tokopedia dan TikTok turut mendorong ekspansi bisnis fintech. Hal ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan basis data transaksi yang luas tanpa biaya akuisisi tinggi. Strategi ini memperkuat posisi GOTO sebagai pemain dominan di ekosistem digital.

Selain itu, sistem credit scoring berbasis ekosistem juga diterapkan untuk memantau perilaku pembayaran secara real-time. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan membantu menjaga kualitas kredit. Dengan demikian, risiko kredit bermasalah tetap terkendali.

Strategi ini memastikan non-performing loan tetap pada level sehat. Keunggulan teknologi menjadi kelebihan kompetitif. GOTO dapat menyalurkan pinjaman secara lebih aman dan efisien bagi konsumen.

Kinerja EBITDA dan Proyeksi 2026

GOTO mencatatkan adjusted EBITDA sebesar Rp 2 triliun pada 2025. Nilai ini melampaui target perusahaan yang sebelumnya dipatok pada rentang Rp 1,8–1,9 triliun. Kuartal IV 2025, EBITDA menanjak 106% menjadi Rp 672 miliar dari kuartal IV-2024 sebesar Rp 326 miliar.

Berkaca pada capaian ini, perusahaan menargetkan adjusted EBITDA 2026 sebesar Rp 3,2–3,4 triliun. Proyeksi ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 60% secara tahunan. Segmentasi pendapatan utama berasal dari on-demand services dan fintech.

Segmen ODS diperkirakan memberikan kontribusi Rp 1,7–1,8 triliun. Sementara segmen fintech diproyeksikan menyumbang Rp 1,4–1,5 triliun. Kedua segmen ini menjadi fondasi pertumbuhan EBITDA yang solid.

Perbaikan Kinerja Operasional dan Top Line

Bisnis ODS seperti Gojek menunjukkan perbaikan operasional meski belum sepenuhnya mencetak laba bersih. Top line sudah tumbuh signifikan dengan nilai transaksi lintas layanan meningkat. Perusahaan menunggu waktu yang tepat untuk mencatat laba bersih secara konsisten.

Stabilitas daya beli masyarakat menjadi katalis penting bagi pertumbuhan GOTO. Namun, risiko eksternal tetap harus diwaspadai. Kenaikan inflasi dapat menekan konsumsi dan berdampak pada permintaan layanan fintech.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan harga minyak dunia juga menjadi faktor risiko. Perubahan suku bunga dan dinamika kebijakan global dapat memengaruhi perekonomian domestik. Manajemen menekankan kesiapan untuk menghadapi risiko-risiko tersebut secara strategis.

Pendapatan Bersih, Laba Bersih, dan Rekomendasi Investor

Pada 2025, GOTO mencatat pendapatan bersih Rp 18,32 triliun, tumbuh 15,27% dibanding tahun sebelumnya. Biaya dan beban meningkat 3,12% menjadi Rp 17,70 triliun. Akibatnya, rugi periode berjalan turun 77% menjadi Rp 1,18 triliun dari Rp 5,15 triliun.

Proyeksi 2026 menunjukkan pendapatan bersih meningkat 14,6% menjadi Rp 21 triliun. Bottom line diperkirakan berbalik positif, dengan laba bersih Rp 1,65 triliun. Hal ini mendorong analis memberikan rekomendasi Buy pada saham GOTO.

Target harga yang disarankan bervariasi, antara Rp 100 hingga Rp 110 per saham. Strategi pertumbuhan yang jelas dan kinerja fintech yang solid menjadi faktor utama. Investor diharapkan memanfaatkan momentum pertumbuhan ini untuk memperoleh keuntungan jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index